Pengobatan
Jika penyakitnya berat, penderita biasanya
dirawat di rumah sakit. Mereka ditempatkan di dalam kamar yang tenang dan tidak
terlalu terang. Keributan bisa merangsang serangan batuk. Bisa dilakukan
pengisapan lendir dari tenggorokan. Pada kasus yang berat, oksigen diberikan
langsung ke paru-paru melalui selang yang dimasukkan ke trakea. Untuk
menggantikan cairan yang hilang karena muntah dan karena bayi biasanya tidak
dapat makan akibat batuk, maka diberikan cairan melalui infus. Gizi yang baik
sangat penting, dan sebaiknya makanan diberikan dalam porsi kecil tetapi
sering. Untuk membasmi bakteri, biasanya diberikanantibiotik eritromycin.
Pengobatan Tradisional
1. Daun semanggi 1/3 genggam dicuci bersih
lalu direbus dengan air bersih 3 gelas. Biarkanlah airnya tinggal 3/4-nya.
Sesudah dingin,air rebusan disaring dan diminum dengan air gula seperlunya 2
kali sehari gelas.
2. Daun waru yang masih muda 6 lembar,daun
jintan 10 lembar, buah mengkudu yang telah masak 1 buah,bidara upas 1/2 jari.
Bahan -bahan ini ditumbuk halus kemudian diberi air masak 3/4 cangkir dan madu
1 sendok. Terakhir ramuan ini diperas lalu disaring. Minumlah 2 kali sehari 2
sendok makan.
Prognosis
Sebagian besar penderita mengalami
pemulihan total, meskipun berlangsung lambat. Sekitar 1-2% anak yang berusia
dibawah 1 tahun meninggal. Kematian terjadi karena berkurangnya oksigen ke otak (ensefalopati
anoksia) dan bronkopneumonia.
Pencegahan
Imunisasi pada usia 2, 4, 6, dan 18 bulan
dan 4-6 tahun. Diharapkan kemungkinan terkenanya pertusis akan makin rendah
dengan diberikan nya imunisasi, dan gejala penyakit pun tidak akan seberat
kalau tanpa diberikannya imunisasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar