Sabtu, 31 Oktober 2015

Pengobatan

Jika penyakitnya berat, penderita biasanya dirawat di rumah sakit. Mereka ditempatkan di dalam kamar yang tenang dan tidak terlalu terang. Keributan bisa merangsang serangan batuk. Bisa dilakukan pengisapan lendir dari tenggorokan. Pada kasus yang berat, oksigen diberikan langsung ke paru-paru melalui selang yang dimasukkan ke trakea. Untuk menggantikan cairan yang hilang karena muntah dan karena bayi biasanya tidak dapat makan akibat batuk, maka diberikan cairan melalui infus. Gizi yang baik sangat penting, dan sebaiknya makanan diberikan dalam porsi kecil tetapi sering. Untuk membasmi bakteri, biasanya diberikanantibiotik eritromycin.


Pengobatan Tradisional

1. Daun semanggi 1/3 genggam dicuci bersih lalu direbus dengan air bersih 3 gelas. Biarkanlah airnya tinggal 3/4-nya. Sesudah dingin,air rebusan disaring dan diminum dengan air gula seperlunya 2 kali sehari gelas.
2. Daun waru yang masih muda 6 lembar,daun jintan 10 lembar, buah mengkudu yang telah masak 1 buah,bidara upas 1/2 jari. Bahan -bahan ini ditumbuk halus kemudian diberi air masak 3/4 cangkir dan madu 1 sendok. Terakhir ramuan ini diperas lalu disaring. Minumlah 2 kali sehari 2 sendok makan.


Prognosis

Sebagian besar penderita mengalami pemulihan total, meskipun berlangsung lambat. Sekitar 1-2% anak yang berusia dibawah 1 tahun meninggal. Kematian terjadi karena berkurangnya oksigen ke otak (ensefalopati anoksia) dan bronkopneumonia.


Pencegahan

Imunisasi pada usia 2, 4, 6, dan 18 bulan dan 4-6 tahun. Diharapkan kemungkinan terkenanya pertusis akan makin rendah dengan diberikan nya imunisasi, dan gejala penyakit pun tidak akan seberat kalau tanpa diberikannya imunisasi.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar